Cara Jual Rumah Online

Cara Jual Rumah Online Agar Cepat Laku dan Nggak Ribet

1. Kenapa Sekarang Waktunya Jual Rumah Secara Online?

Zaman sekarang, hampir semua hal bisa dilakukan secara online —termasuk jual rumah. Dengan internet, kamu bisa menjangkau calon pembeli dari mana saja tanpa harus pasang spanduk atau brosur.
Selain hemat biaya, jual rumah online juga jauh lebih cepat karena orang bisa langsung lihat foto, lokasi, dan harga tanpa perlu datang dulu ke lokasi.

2. Tentukan Harga yang Masuk Akal

Sebelum upload iklan, pastikan kamu sudah riset harga pasar di sekitar lokasi rumahmu.
Kamu bisa cek di situs properti populer seperti Rumah123, OLX, atau Lamudi.
Kalau harganya terlalu tinggi, iklan bisa sepi peminat. Tapi kalau terlalu rendah, kamu bisa rugi sendiri. Jadi, temukan harga realistis tapi tetap kompetitif.

Tips tambahan:

  • Tambahkan sedikit ruang untuk negosiasi (sekitar 5–10%).

  • Bandingkan rumah sejenis (luas, lokasi, kondisi bangunan).


3. Ambil Foto Rumah yang Menarik dan Jujur

Foto adalah senjata utama dalam jual rumah online.
Gunakan kamera dengan pencahayaan bagus (boleh pakai HP asal hasilnya jelas dan terang).
Tampilkan semua sudut penting: ruang tamu, kamar tidur, dapur, halaman, dan tampak depan rumah.

Trik simpel:

  • Ambil foto di siang hari.

  • Rapikan dulu ruangan sebelum difoto.

  • Hindari filter berlebihan agar pembeli tidak kecewa saat survei.

4. Pilih Platform Jual Rumah Online yang Tepat

Ada banyak situs dan platform untuk jual rumah online, tapi pilih yang sesuai target audiensmu.

Beberapa pilihan populer:

  • Marketplace umum: OLX, Facebook Marketplace

  • Platform properti: Rumah123, Rumah.com, 99.co

  • Website pribadi: kalau kamu punya website sendiri, itu bisa jadi aset jangka panjang.

Semakin banyak tempat kamu tampilkan iklan, semakin besar peluang rumahmu cepat terjual.

5. Tulis Deskripsi Iklan yang Menarik

Deskripsi adalah bagian yang sering disepelekan.
Padahal, kata-kata bisa bikin calon pembeli tertarik atau malah skip iklanmu.

Gunakan gaya bahasa yang santai tapi informatif, misalnya:

“Rumah asri siap huni di kawasan strategis, dekat sekolah dan minimarket. Cocok untuk keluarga muda!”

Checklist deskripsi yang bagus:

  • Ukuran bangunan & tanah

  • Jumlah kamar

  • Fasilitas (garasi, taman, air PDAM, dll.)

  • Keunggulan lokasi (akses jalan, transportasi, sekolah, tempat ibadah)

  • Kontak yang mudah dihubungi

6. Promosikan di Media Sosial

Jangan cuma pasang iklan di marketplace, tapi bagikan juga di media sosial seperti Instagram, WhatsApp Group, atau Facebook.
Bahkan, kamu bisa buat konten video pendek (reels atau TikTok) untuk memperlihatkan suasana rumah — ini bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Kalau punya budget lebih, coba iklan berbayar seperti Facebook Ads atau Google Ads. Dengan begitu, iklanmu bisa menjangkau lebih banyak orang yang benar-benar sedang mencari rumah.

7. Respons Cepat dan Ramah

Waktu ada yang tanya, usahakan balas cepat dan sopan.
Respon yang cepat bisa bikin calon pembeli merasa nyaman dan serius melanjutkan proses.
Kalau perlu, siapkan template jawaban agar kamu nggak keteteran saat banyak chat masuk.

8. Gunakan Jasa Agen Properti Online (Opsional)

Kalau kamu sibuk atau baru pertama kali jual rumah, nggak ada salahnya minta bantuan ageny digital marketing property
Mereka bisa bantu foto profesional, buat iklan, dan negosiasi dengan calon pembeli.
Biasanya mereka akan ambil komisi dari harga jual, tapi itu bisa sebanding dengan waktu dan tenaga yang kamu hemat.